Kembali ke Blog
23 Oktober 2026
ATR Rent Car
Info Perjalanan

Kabut Asap di Sumbar Oktober 2026: Kondisi Terkini dan Tips Aman Bepergian dari Padang

Sejak awal Oktober 2026, langit Padang dan sejumlah daerah di Sumatera Barat berkali-kali tampak kelabu. Asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan di provinsi tetangga membuat kualitas udara naik turun, sekolah sempat belajar dari rumah, dan banyak orang menunda rencana bepergian. Artikel ini merangkum perkembangan dari berbagai sumber resmi dan media, lalu menjelaskan apa yang perlu diperhatikan bila Anda tetap harus berangkat.

Ringkasan Laporan hingga 22 Oktober 2026

Kabut asap di Sumbar terutama berasal dari karhutla di Sumatera Selatan dan Jambi. ANTARA melaporkan kualitas udara Padang masuk kategori berbahaya pada 16 Oktober dan kembali tidak sehat pada pagi 22 Oktober setelah sempat membaik. Dalam laporan 21 Oktober, BMKG memprakirakan potensi perbaikan mulai 24 Oktober seiring hujan yang lebih merata. Ini rangkuman berita, bukan pemantauan langsung; kondisi bisa berubah dari jam ke jam, jadi cek data terbaru sebelum berangkat.

Sumber Asap

Karhutla Sumsel dan Jambi

Laporan ANTARA

ISPU 481 pada 16 Oktober 2026

Prakiraan BMKG (21 Oktober)

Berpotensi membaik mulai 24 Oktober 2026

Kronologi Kabut Asap di Sumbar Bulan Ini

Asap tidak datang sekaligus. Ia muncul, menipis setelah hujan, lalu kembali saat cuaca kering dan angin membawa asap dari selatan. Pola naik turun inilah yang membuat warga dan wisatawan sulit membuat rencana jauh hari. Berikut garis waktu singkat berdasarkan laporan yang kami himpun.

7 Oktober: Asap kiriman kembali terlihat di Padang setelah sempat hilang dua hari karena hujan. BPBD Kota Padang mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan bila udara terasa tidak nyaman (Kompas.com).
14–17 Oktober: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk TK/PAUD, SD, dan SMP (Kompas.id).
15 Oktober: Analisis citra satelit Himawari oleh BMKG menunjukkan sebaran asap di 26 provinsi, termasuk Sumatera Barat (CNBC Indonesia). Stasiun GAW Bukit Kototabang menyebut kualitas udara Sumbar parah sejak tanggal ini (Sumbardaily).
16 Oktober: Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Padang mencapai 481, kategori berbahaya (ANTARA Sumbar).
19 Oktober: PJJ di Padang, Bukittinggi, dan Agam diperpanjang hingga 21 Oktober. Kompas.com mengutip ISPU 647 di Stasiun KLH Padang Pasir pukul 06.00 WIB, tetapi Kompas.id pada hari yang sama mengutip DLH Sumbar bahwa stasiun tersebut sedang dirawat dan tidak merekam data. Angka itu belum dapat kami konfirmasi dan tidak dijadikan patokan kondisi terkini.
20 Oktober: Konsentrasi PM2.5 di Stasiun GAW Bukit Kototabang sempat menyentuh 64 µg/m³ pada pukul 11.00 WIB, kategori tidak sehat (Sumbarkita).
22 Oktober: Sekolah di Padang dan Payakumbuh kembali belajar tatap muka. Pada pagi yang sama, pemantau IQAir di Padang mencatat AQI 176 dengan PM2.5 91 µg/m³, kategori tidak sehat (ANTARA Sumbar).

Dari Mana Asapnya Berasal?

Hampir semua sumber sepakat bahwa asap di Sumbar adalah kiriman. Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy, saat meninjau Stasiun Meteorologi Minangkabau pada 19 Oktober, menyatakan bahwa dasbor BMKG tidak mendeteksi titik api di Sumbar dan asap berasal dari provinsi tetangga. BMKG Minangkabau mencatat 898 titik panas tingkat sedang dan 24 titik panas tingkat tinggi di Sumatera Selatan, serta 82 titik panas tingkat sedang di Jambi pada 21 Oktober.

Angin bertiup dari tenggara dan mendorong asap ke arah barat laut hingga utara, sehingga Sumbar berada di jalur sebarannya. Asap yang sama juga sampai ke Semenanjung Malaysia dan Singapura. Laporan Sumbarkita pada 21 Oktober menyebut titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang di Kabupaten Solok dan Solok Selatan, tanpa titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi. Secara terpisah, Kompas.id mencatat satu titik panas tingkat sedang di Sijunjung dalam pemantauan 24 jam hingga 19 Oktober pukul 16.00 WIB. Titik panas merupakan indikasi dari satelit, bukan konfirmasi kebakaran di lapangan.

Situasi di sumber asap belum benar-benar reda. Dalam berita terbit 22 Oktober, Kompas.com melaporkan 1.832 titik panas di Sumatera Selatan berdasarkan data 21 Oktober. Karena itu, perbaikan udara di Sumbar sangat bergantung pada hujan dan arah angin, bukan hanya pada kondisi lokal.

Membaca Angka Kualitas Udara dengan Benar

Anda mungkin menemukan angka yang berbeda-beda di berita dan aplikasi. Penyebabnya, setiap sumber memakai stasiun, waktu ukur, dan skala yang tidak sama. ISPU adalah indeks resmi pemerintah Indonesia, sedangkan aplikasi seperti IQAir umumnya menampilkan AQI dengan skala internasional. Angka 176 pada AQI tidak sama artinya dengan angka 176 pada ISPU.

Pada skala ISPU, nilai 0–50 berarti baik, 51–100 sedang, 101–200 tidak sehat, 201–300 sangat tidak sehat, dan di atas 300 berbahaya. Satu stasiun juga hanya mewakili area sekitarnya. Pada 19 Oktober misalnya, DLH Sumbar mencatat Stasiun Parit Malintang di Padang Pariaman berada di kategori tidak sehat, sementara Stasiun Padang Pasir sedang dalam perawatan menurut Kompas.id.

Perhatikan kategori, lokasi stasiun, waktu pembaruan, dan skala yang digunakan. Bila satu pemantau yang relevan dengan lokasi Anda menunjukkan tidak sehat atau lebih buruk, batasi aktivitas lama di luar ruangan sambil memeriksa sumber lain; jangan menunggu dua sumber sepakat untuk mengambil langkah pencegahan. Tautan pemantauan PM2.5 BMKG tersedia pada daftar referensi di bawah. Nilai konsentrasi dalam µg/m³ berbeda dari angka indeks ISPU atau AQI.

Dampak pada Kesehatan dan Aktivitas Warga

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Srikurnia Yati, menyebut kunjungan pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada 12–15 Oktober mencapai 1.052 kunjungan per hari. Dinkes bersama BPBD membagikan masker dan mengimbau warga memakai masker serta kacamata saat keluar, cukup minum air, beristirahat, dan segera ke fasilitas kesehatan bila keluhan napas memburuk.

Untuk polusi partikel halus seperti PM2.5, ANTARA Sumbar menyarankan N95 atau KN95 dibandingkan masker kain atau masker medis biasa. Perlindungan respirator bergantung pada kecocokan ukuran dan kerapatan pada wajah. Panduan AirNow mengingatkan respirator dewasa tidak pas pada anak, sehingga jangan mengandalkannya untuk membenarkan aktivitas anak di tengah asap. Utamakan pengurangan paparan, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan asma atau penyakit jantung. Orang dengan gangguan jantung atau paru perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan respirator.

Meskipun sekolah di Padang sudah kembali tatap muka sejak 22 Oktober, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Yopi Krislova menyebut siswa dan guru tetap wajib bermasker, dan olahraga di luar ruangan ditiadakan sementara.

Kapan Udara Diperkirakan Membaik?

BMKG Minangkabau memprakirakan konsentrasi asap di Sumbar belum membaik signifikan hingga 23 Oktober dan mulai berkurang pada 24 Oktober 2026, seiring hujan yang lebih signifikan dan merata. Peringatan dini waspada hujan sedang hingga lebat sudah diterbitkan untuk 23 Oktober di hampir seluruh kabupaten dan kota di Sumbar.

Meski begitu, hujan bukan jaminan asap tidak kembali. Kepala Stasiun GAW Bukit Kototabang Sugeng Nugroho mengingatkan bahwa selama karhutla di daerah sumber masih ada, wilayah tersebut tetap menjadi sumber polutan bagi Sumbar. Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau Decky Irmawan juga menyebut peningkatan curah hujan tidak otomatis menghilangkan seluruh potensi kebakaran.

Bagi pelancong, artinya ada dua hal yang perlu diwaspadai bergantian. Saat kering, perhatikan asap. Saat hujan mulai deras, perhatikan jalan licin dan potensi longsor di jalur perbukitan.

Tips Aman Bepergian dari Padang Saat Kabut Asap

Jika perjalanan tidak bisa ditunda, misalnya urusan keluarga, pekerjaan, atau jadwal penerbangan, beberapa langkah berikut membantu perjalanan tetap aman dan nyaman bagi semua penumpang.

1Cek kategori kualitas udara pada malam sebelum dan pagi hari keberangkatan, lalu bandingkan dengan informasi cuaca dan peringatan dini BMKG.
2Bagi penumpang dewasa yang harus keluar mobil, siapkan N95 atau KN95 yang pas dan rapat pada wajah. Batasi waktu di luar dan hindari singgah untuk berfoto saat berasap. Untuk anak, utamakan mengurangi paparan dan menunda perjalanan yang tidak mendesak; respirator dewasa tidak memberikan kerapatan yang sesuai pada wajah anak.
3Gunakan mobil tertutup ber-AC dan minta sopir memakai mode sirkulasi udara dalam kabin saat asap pekat. Hindari membuka jendela terlalu lama.
4Saat jarak pandang turun, kurangi kecepatan, nyalakan lampu utama, jaga jarak lebih panjang, dan hindari menyalip di tikungan, terutama di jalur seperti Sitinjau Lauik dan Kelok 44.
5Berangkat lebih awal ke Bandara Internasional Minangkabau dan pantau status penerbangan langsung dari maskapai. Di Palembang, jarak pandang 350 meter pada 22 Oktober sempat membuat beberapa penerbangan batal, jadi tetap siapkan rencana cadangan.
6Bawa obat pribadi dan inhaler bagi penumpang dengan asma atau gangguan napas, serta air minum yang cukup.
7Sisakan jadwal yang lentur. Simpan tujuan alam terbuka seperti danau atau perbukitan untuk hari yang lebih cerah, dan isi hari berasap dengan agenda dalam ruangan seperti museum, kuliner, atau belanja oleh-oleh.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apakah aman liburan ke Sumbar sekarang?

Tergantung hari dan lokasi. Bila kategori udara tidak sehat atau lebih buruk, batasi aktivitas di luar ruangan dan utamakan agenda dalam ruangan. Kelompok rentan sebaiknya menunda perjalanan yang tidak mendesak sampai udara membaik.

Apakah penerbangan di BIM terganggu?

Artikel ini tidak memantau operasional Bandara Internasional Minangkabau secara langsung. Contoh gangguan penerbangan di Palembang tidak menunjukkan status penerbangan BIM. Karena jarak pandang bisa berubah cepat, periksa status penerbangan langsung melalui maskapai dan informasi resmi bandara sebelum berangkat.

Bisakah jadwal sewa mobil digeser bila asap tebal?

Sampaikan sejak awal bahwa jadwal Anda bergantung pada kondisi udara, lalu tanyakan ketentuan perubahan tanggal kepada penyedia rental. Dengan begitu, Anda bisa memindahkan agenda wisata alam ke hari yang lebih aman tanpa terburu-buru.

Referensi Destinasi

Tetap Perlu Bepergian Saat Kabut Asap?

Ceritakan rencana perjalanan Anda kepada ATR Rent Car, termasuk tujuan, jumlah penumpang, dan apakah ada anggota rombongan yang perlu perhatian khusus. Tim kami dapat membantu membahas pilihan kendaraan tertutup ber-AC dan menyusun jadwal yang lebih lentur mengikuti kondisi udara.

Butuh Mobil untuk Perjalanan di Sumbar?

Pilih armada ATR Rent Car untuk city tour Padang, perjalanan bandara, wisata Bukittinggi, Pariaman, Padang Pariaman, sampai agenda keluarga dan rombongan.

Lihat Armada & Harga Sewa