Kembali ke Blog
15 Agustus 2026
ATR Rent Car
Destinasi Wisata

Mengenal Tabiang Barasok Bukittinggi yang Bersiap Menuju Wonderful Indonesia Awards 2026

Bukittinggi kembali punya alasan untuk dikunjungi. Kampung Wisata Tapian Tabiang Barasok, destinasi alam yang baru dibuka pada Desember 2024, kini dinominasikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk ajang Wonderful Indonesia Awards 2026. Lokasinya hanya beberapa kilometer dari Jam Gadang, tetapi menyuguhkan panorama Ngarai Sianok yang jarang ditemukan dari titik lain.

Jawaban Cepat

Tabiang Barasok berada di Kelurahan Bukik Apik Puhun, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, tepatnya di kawasan Kampung Lapau Batu. Jaraknya sekitar 3-4 km dari Jam Gadang atau kurang lebih 15 menit berkendara. Daya tarik utamanya adalah panorama Ngarai Sianok dari ketinggian, sunrise berlatar kabut, pemandangan empat gunung Sumatera Barat, serta fenomena pertemuan dua sungai di dasar ngarai yang airnya tampak tidak menyatu. Destinasi ini kini bersiap mengikuti penilaian Wonderful Indonesia Awards 2026.

Lokasi

Bukik Apik Puhun, Guguk Panjang

Dari Jam Gadang

± 3-4 km, sekitar 15 menit

Waktu Terbaik

Pagi hari saat sunrise

Di Mana Tabiang Barasok Berada?

Tabiang Barasok terletak di Kelurahan Bukik Apik Puhun, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, tepatnya di kawasan yang dikenal sebagai Kampung Lapau Batu. Dalam konteks pengembangan desa wisata, kawasan ini dikelola dengan nama Kampung Wisata Tapian Tabiang Barasok.

Meski tergolong destinasi baru, lokasinya justru sangat dekat dengan pusat kota. Jaraknya hanya sekitar 3 sampai 4 kilometer dari Jam Gadang dan bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 15 menit menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Menuju Wonderful Indonesia Awards 2026

Kampung Wisata Tapian Tabiang Barasok dinominasikan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mengikuti Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2026. Ajang ini merupakan kelanjutan dari Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) yang kini berganti nama menjadi WIA.

WIA diberikan kepada pengelola desa wisata dan kampung wisata terbaik yang dinilai berkontribusi dalam membangun destinasi unggulan, memberdayakan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan pariwisata berkelanjutan. Penilaiannya menggunakan sepuluh indikator utama yang dijabarkan ke dalam sekitar 154 pertanyaan rinci sesuai standar desa wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Lila Yanwar, menyoroti keunikan kawasan ini karena pengunjung dapat menyaksikan langsung pertemuan dua aliran sungai di Batang Sianok dari ketinggian. Pengembangan kawasannya sendiri berjalan dengan mengandalkan semangat gotong royong masyarakat setempat.

Daya Tarik Utama Tabiang Barasok

Panorama Ngarai Sianok

Sudut pandang yang sangat luas ke arah Ngarai Sianok, disebut mencapai sekitar 270 derajat sehingga lembahnya terlihat nyaris melingkar.

Pertemuan Dua Sungai

Fenomena yang membuat lokasi ini viral: dua aliran sungai dari hulu Gunung Marapi dan Gunung Singgalang bertemu di dasar ngarai, namun airnya tampak tidak menyatu seolah ada garis pembatas alami.

Empat Gunung dalam Satu Pandangan

Pada cuaca cerah terlihat Gunung Marapi, Gunung Singgalang, Gunung Talamau, dan Gunung Pasaman sekaligus dari titik yang sama.

Sunrise dan Lautan Kabut

Kabut pagi yang menggenang di dasar ngarai membuat kawasan ini kerap dijuluki negeri di atas awan saat matahari mulai terbit.

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Momen paling dicari di Tabiang Barasok adalah pagi hari. Pada jam-jam menjelang matahari terbit, kabut biasanya masih menutupi dasar ngarai sehingga menghasilkan pemandangan berlapis yang menjadi ciri khas lokasi ini.

Karena itu, banyak pengunjung memilih berangkat dari pusat kota Bukittinggi saat hari masih gelap agar tiba sebelum sunrise. Perlu diingat bahwa udara di Bukittinggi cukup sejuk pada pagi hari, apalagi di titik yang berada di ketinggian seperti ini.

Menyusun Rute Bukittinggi Bersama Tabiang Barasok

Karena jaraknya dekat dengan pusat kota, Tabiang Barasok mudah disisipkan ke dalam itinerary Bukittinggi tanpa mengorbankan destinasi lain. Pola yang praktis adalah menempatkannya di awal hari, lalu melanjutkan perjalanan ke destinasi yang buka lebih siang.

Pagi buta: berangkat menuju Tabiang Barasok untuk mengejar sunrise dan kabut.
Setelah matahari naik: sarapan di sekitar pusat kota Bukittinggi.
Menjelang siang: Jam Gadang, Pasar Atas, dan Benteng Fort de Kock.
Siang hingga sore: Ngarai Sianok dari sisi Taman Panorama atau Lobang Jepang.
Jika waktu masih longgar: lanjut ke Lembah Harau atau Danau Maninjau via Kelok 44.

Tips Sebelum Berkunjung

1Datang lebih awal jika ingin mendapatkan momen sunrise dan kabut yang maksimal.
2Bawa jaket atau pakaian hangat karena suhu pagi di Bukittinggi cukup dingin.
3Gunakan alas kaki yang nyaman karena Anda akan berjalan di area terbuka berkontur.
4Cek prakiraan cuaca, sebab kabut tebal atau hujan dapat menutup pemandangan ngarai.
5Jaga kebersihan dan ikuti arahan pengelola, mengingat kawasan ini sedang dinilai sebagai kampung wisata.
6Siapkan transportasi sendiri karena perjalanan dini hari sulit mengandalkan kendaraan umum.

Mau Mengejar Sunrise di Tabiang Barasok?

Perjalanan dini hari ke Tabiang Barasok jauh lebih praktis dengan mobil dan sopir yang hafal rute Bukittinggi. ATR Rent Car siap mengantar Anda dari Padang maupun dari penginapan di Bukittinggi.

Butuh Mobil untuk Perjalanan di Sumbar?

Pilih armada ATR Rent Car untuk city tour Padang, perjalanan bandara, wisata Bukittinggi, Pariaman, Padang Pariaman, sampai agenda keluarga dan rombongan.

Lihat Paket Wisata Padang